Penemuan Sains Dalam Al-Quran Yang Mencengangkan

Sudahkah anda mengetahui penemuan sains dalam al-quran yang mencengangkan? Bagi anda yang beragam Islam, mengetahui beberapa penemuan oleh ilmuan modern yang berasal dari apa yang tertera di Al quran tentu saja akan menambah keyakinan. Ya, walau diturunkan ribuan tahun yang lalu di saat ilmu sains belum berkembang seperti saat ini, namun dalam wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad telah memuat beberapa fakta yang saat ini sangat membuat tercengang. Apa sajakah?

Yang pertama, penemuan sains dalam al-quran yang membuat mencengangkan adalah adanya lautan yang tidak bercampur antara yang satu dan lainnya. Telah sering dimuat fakta unik mengenai foto air laut di selat jibraltar yang terlihat berbeda namun tidak bersatu. Ternyata, fenomena ini telah tertulis jelas di Al-quran tepatnya di dalam surat Ar Rahman. Lalu, ada pula penemuan sains lainnya terkait laut lainnya yaitu soal sungai bawah laut. Peneliti sains modern telah menemukan fakta unik tentang adanya sungai bawah laut. Ternyata, fenomena adanya sungai air tawar di bawah laut yang airnya asin itu sudah dijelaskan dalam Al-quran. Hal ini membuat banyak para ahli laut dan samudra salah satu tokoh terkenalnya adalah Mr. Costeau. Selain itu, fakta dalam Al-quran yang sudah terbukti jelas adalah soal dasar laut yang gelap. Di dalam kitab suci agama Islam, dijelaskan bahwa dibawah laut yang dalam tidak akan bisa ditemui cahaya. Saat ini di zaman modern telah dibuktikan bahwa dalam kedalaman 40 meter saja manusia yang menyelami laut harus menggunakan alat bantu penerangan. Dan untuk kedalaman 200 meter, sudah tidak ditemui cahaya.

Tidak hanya soal laut, penemuan sains dalam al-quran banyak juga lainnya. Salah satunya adalah soal kebumian. Jauh sebelum atmosfer diteliti, Al-quran telah menjelaskannya. Dalam Al-quran disebutkan bahwa langit Bumi terdiri dari 7 lapisan. Ada beberapa surat yang menyebutkan bahwa ada 7 langit di atas permukaan Bumi. Ternyata benar, ilmuan mengungkap bahwa ada 7 lapisan mulai dari troposfer hingga eksosfer.